Kamis, 04 Desember 2014

7. Materi Ilmu Tajwid


1
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN  PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  (P3AI)  
ILMU TAJWID  
A.   Definisi Ilmu Tajwid
Lafadz tajwid menurut bahasa (lughowi) artinya membaguskan,
sedangkan menurut istilah : mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya
dengan memberikan hak (berupa sifat huruf) dan mustahaknya (berupa
hukum-hukum). Yang dimaksud dengan hak huruf adalah sifat asli yang
selalu bersamanya seperti sifat Al-Jahr, Isti‘la‘, istifal dan lain sebagainya.
Sedangkan yang dimaksud dengan mustahak huruf adalah sifat yang nampak
sewaktu-waktu seperti tafkhim, tarqiq, ikhfa‘ dan lain sebaginya.
B.   Hukum Ilmu Tajwid
Hukum  mempelajari  ilmu  tajwid  secara  teori  adalah  fardhu kifayah,
sedangkan membaca Al Qur‘an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid hukumnya
fardhu ‘ain.
Dalil kewajiban membaca Al Qur‘an dengan tajwid adalah:
1. Firman Allah SWT dalam Al Qur‘an :
‖Dan bacalah Al Qur‘an dengan tartil‖. (Al Muzammil : 4)
Al-Imam Ali bin Abi Tolib menjelaskan arti tartil dalam ayat ini, yaitu
mentajwidkan huruf-hurufnya dan mengetahui tempat-tempat waqof.
2. Sabda Rasulullah saw sebagai berikut:
‖Bacalah  Al Qur-än sesuai dengan cara dan suara orang-orang
Arab. Dan jauhilah olehmu cara baca orang-orang fasik dan berdosa
besar, maka sesungguhnya akan datang beberapa kaum setelah aku
melagukan AL Qur‘an seperti nyanyian dan Rohbaniah (membaca
tanpa tadabbur dan pengamalan) suara mereka tidak dapat melewati
tenggorokan mereka (tidak dapat meresap dalam hati), hati mereka
dan orang-orang yang simpati kepada mereka telah terfitnah (keluar
dari jalan yang lurus)‖. (Al Burhan fi Tajwidiil Qur‘an)
2
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN  PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  (P3AI)    3. Adapun  hukum  fardhu  ‘ain,  Imam  Ibnul  Jazari  mengatakan  :
‖Membaca  Al Qur-än dengan tajwid hukumnya wajib, barangsiapa
tidak membacanya dengan tajwid ia berdosa. Karena dengan tajwid
Allah menurunkan Al Qur-an, dan demikianlah Al Qur-an sampai
kepada kita dari-Nya‖.
C. Fadhilah (Keutamaan) Ilmu Tajwid
Ilmu tajwid adalah ilmu yang sangat mulia, karena berhubungan
langsung dengan Al Qur‘an. Diantara keistimewaannya adalah sebagai
berikut:
1. Mempelajari dan mengajarkan Al Qur-an adalah tolok ukur kualitas
seorang muslim.
Sabda Rasulullah SAW:
‖Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al Qur‘an dan
mengajarkannya.‖ (HR.Bukhari)
2. Mempelajari  Al  Qur-an  adalah  sebaik-baik  kesibukan.  Allah  swt
berfirman dalam hadist qudsi :
‖Barangsiapa  yang disibukkan oleh Al Qur‘an dalam rangka berdzikir
kepadaku, dan memohon kepadaku, niscaya Aku akan berikan sesuatu
yang lebih utama daripada apa yang telah Aku berikan kepada orang-
orang yang telah meminta. Dan keutamaan kalam Allah daripada
seluruh kalam selain-Nya, seperti keutamaan Allah atas makhluk-Nya.‖
(HR. At-Turmudzi)
3. Dengan   mempelajari   Al    Qur‘an,    maka    akan    turun    sakinah
(ketentraman), rahmat, malaikat, dan Allah menyebaut-nyebut orang
yang mempelajari kepada makhluk yang ada disisi-Nya.
4
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN  PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  (P3AI)  Tempat Keluarnya Huruf dan Sifatnya
Secara global makhroj huruf ada lima tempat:
1.    Rongga mulut
2.    Tenggorokan
3.    Lidah
4.    Dua bibir
5.    Rongga hidung
Keterangan
1. Yang keluar dari rongga mulut berupa huruf-huruf mad, yaitu
 ) ﻮ - ﻱ - ﺍ(               contoh:
1.1       ﻧ - ﻮ pengucapannya dengan memonyongkan kedua bibir.
1.2     ﺤ - ﯽ pengucapannya dengan menurunkan bibir bagian bawah.
1.3      ﻫ - ﺎ pengucapannya dengan membuka mulut.
2. Yang keluar dari tenggorokan yaitu huruf-huruf :    ء - ﻫ - ﻉ - ﺡ - ﻍ - ﺥ
Perinciannya adalah sebagai berikut:
2.1.      ء - ﻫ keluar dari tenggorokan bawah
2.2.     ﻉ - ﺡ keluar dari tenggorokan tengah
2.3.     ﻍ - ﺥ keluar dari tenggorokan atas
3. Yang keluar dari lidah yaitu huruf-huruf sebagai berikut:
 ﻖ - ﻙ - ﺝ - ﺶ - ﻱ - ﺾ - ﻞ - ﻥ - ﺭ - ﻁ - ﺪ - ﺕ - ﻅ - ﺚ - ﺬ - ﺺ - ﺰ - ﺲ
3.1  (  )     ﻖ keluar dari pangkal lidah dekat tenggorokan, mengangkat
ke langit-langit
3.2   (  )     ﻙ seperti makhroj qof namun pangkal lidah diturunkan
3.3   ( ) ﺝ - ﺶ - ﻱ keluar dari tengah lidah bertemu dengan langit-
langit
4
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN  PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  (P3AI)  3.4   ( )    ﺾ keluar  dari  dua  sisi  lidah  atau  salah  satunya  bertemu
dengan geraham
3.5   ( )     ﻞ keluarnya   dengan   menggerakkan   semua   lidah   dan
bertemu dengan ujung langit-langit
3.6   ( )       ﻥ keluar dari ujung lidah sedikit di bawah makhroj
3.7   ( )    ﺭ keluar   dari   ujung   lidah   hampir   sama   seperti   dengan
memasukkan punggung lidah
3.8   ( )    ﻁ - ﺪ -  ﺕ keluar dari ujung lidah yang bertemu dengan gusi
bagian atas
3.9  (  ) ﺺ - ﺰ - ﺲ keluar dari ujung lidah, hampir bertemu gigi depan
bagian bawah
3.10( ) ﻅ - ﺚ - ﺬ ujung lidah keluar sedikit bertemu dengan ujung gigi
depan atas
4.    Yang keluar melalui dua bibir yaitu  ﻑ - ﻭ - ﺏ - ﻢ
4.1  (  ) ﻑ keluar dari bibir bawah bagian dalam bertemu dengan ujung
gigi atas
4.2  ( )  ﻭ - ﺏ - ﻢ keluar dari dua bibir
5.    Yang keluar dari rongga hidung hanya satu yaitu ghunnah (dengung)
HUKUM NUN MATI DAN TANWIN
Ada empat hukum yang berkaitan dengan hukum nun mati dan tanwin
1.  Idzar artinya jelas. Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu dengan
salah satu huruf idzar (  ) ء - ﻫ - ﺡ - ﺥ - ﻉ - ﻍ maka membacanya harus
jelas.
Contoh :
Nun mati  ﻮﻫﻧﻴ ﻦ
Tanwin      ﻴﻥﺍﻨ
4
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN  PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  (P3AI)  2.  Idghom artinya memasukkan. Kaidah tajwid ini ada dua macam, yaitu
a. Idghom Ma‘alghunnah (idghom bighunnah)
Artimya memasukkan dengan disertai dengung, yaitu apabila ada nun
mati atau tanwin bertemu dengan huruf   ﻱ   ﻥ    ﻡ   ﻮ maka dibaca
dengan disertai dengung.
Contoh :
tanwin bertemu dengan  ﻥ(    ﻱ bertemu dengan  ) ﻡ
b. Idghom Bilaghunnah, artinya membaca tanpa dengung, apabila ada
nun mati ( ) ﻥ atau tanwin bertemu dengan huruf    ﻝ dan  ﺭ maka
dibaca tanpa disertai dengungan.
Contoh :
Tanwin bertemu  (  ﻝ lam)
Nun mati ( )  ﻥ bertemu ( ()  ﻝ lam)
3. Ikhfa  artinya  menutupi. Apabila ada  nun  mati atau tanwin bertemu
dengan huruf-huruf ikhfa‘ maka dibaca dengan samar-samar (antara
idzar dan idham).
Huru-huruf ikhfa‘ ada 15 yaitu semua huruf selain huruf idhzar, idgham dan iqlab. Huruf-huruf itu adalah:  ﺯ - ﺱ - ش - ص - ض - ﻁ - ﻅ - ﻑ - ق - ﻙ –  د - ذ –  ﺖ - ﺙ - ﺝ
Contoh: nun mati    ﻦ  ﻁﻦ tanwin  ﺑﺭ    ﻴﻞ
4. Iqlab, artinya mengubah. Apabila ada nun mati atau tanwin bertemu
dengan  huruf     amak  berubah  menjadi  mim  dan  disertai  dengan
dengung.  
HUKUM MIM MATI
Apabila terdapat mim mati dalam bacaan Al- Qur‘an, maka hukum
bacaannya adalah sebagai berikut (ada 3 macam hukum bacaan mim
sakinah):
4
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN  PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  (P3AI)  1.    Ikhfa‘ Syafawi
Yaitu apabila ada mim mati ( )  ﻢ bertemu dengan ba‘ ( ,) ﺐ maka dibaca
samar disertai ghunnah.
Contoh:         ﺗﺮ    ﻫﻢ  ﺑﺤ  ﺎﺮﺓ
2.    Idghom Mistlain
Yaitu apabila   ada mim mati ( ) ﻢ bertemu dengan mim (  ,) ﻢ maka
dibaca dengan ghunnah (dengungan).
Contoh:     ﻨ ﺎ ﻡ    ﻴ        ﺪﺓ
3.    Idzhar Syafawi
Yaitu apabila terdapat mim mati ( ) ﻢ bertemu dengan selain dua huruf
diatas ( ﻢ dan  ,) ﺏ maka mim harus dibaca dengan jelas tanpa ghunnah,
terutama ketika bertemu dengan fa‘ dan waw ( ﻑ dan  ). ﻭ
Contoh:     (     ﻡ   ﻨ   ﺮﺡ mim mati bertemu  ) ﻦ
HUKUM MAD
Arti mad  menurut bahasa adalah ‘tambahan‘, sedangkan secara
istilah berarti memanjangkan suara dengan lama ketika mengucapkan huruf
mad. Hukum mad ada tiga, yaitu :
1.    waw sukun ( )  ﻮ yang sebelumnya berharakat dlommah  
2.    ya‘ sukun ( )ﻱ yang huruf sebelumnya berharakat kasrah dan
3.    alif yang sebelumnya berharakat fathah.
Jenis-jenis mad terdiri dari:
1.    Mad Thabi‘i atau mad asli, panjangnya 2 harakat.
Contoh:       ﻙ    ﺎ           ﻦיﺤ     ﺮ
Mad Far‘i, panjangnya 2 sampai 6 harakat. Pemanjangan mad ini ada
yang disebabkan betemu dengan hamzah (۶) dan ada yang disebabakan
4
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN  PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM  (P3AI)  waqaf (berhenti), ada yang karena bertemu huruf sukun dan ada yang
karena aslinya harus dibaca panjang. Mad ini dibagi lagi menjadi:
1.1.    Mad yang dibaca panjang karena bertemu dengan hamzah.
1.1.1. Mad Wajib Muttasil: mad yang bertemu dengan hamzah dalam
satu kalimat, dengan panjang 5  harakat ketika washol dan 6
harakat ketika waqaf.
Contoh :    ﻮ       ﺬﺍ  ﺎ
1.1.2. Mad  Jaiz Muntasil: mad  yang bertemu dengan hamzah pada
kalimat yang terpisah. Panjang 2 – 5 harakat, dibaca seragam,
kalau memulai dengan 2 harakat, maka seterusnya harus dibaca
2 harakat.
Contoh :   ﺍﺤ   ﻦ ﺘ ﻮﻴﻡ
1.1.3. Mad Badal: jika hamzah bertemu dengan huruf Mad. Panjangnya
2 harakat.
Contoh :             ﻮ ﺘ ―  ﻴ ﺎ ﻨﺎ 1.1.4. Mad ‘aid Lis sukun: jika mad thabi‘i jatuh sebelum huruf yang
diwaqafkan. Panjangnya 2 sampai 6 harakat.
Contoh :        ﺍ ﺤ ﺪ      ﺮﺐﺍ    ﺎ  ﻴﻦ
1.1.5. Mad Layyin: jika berhenti pada satu huruf yang sebelumnya
waw ( )ﻮ sukun atau ya‘ ( )ﻱ sukun yang didahului oleh huruf
berharakat fathah (   ), panjangnya 2 sampai 6 harakat.
Contoh :           - ﺍ ﺒﻴﺖ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar