Kamis, 04 Desember 2014

3. Materi Ma'rifatul Islam


KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
MA’RIFATUL ISLAM
Islam merupakan perwujudan aturan hidup yang telah diwahyukan oleh Allah SWT
kepada manusia. Oleh karena itu Islam disebut juga Diinullah. Diin memiliki makna yang
berbeda dari agama (milah). Islam memiliki ciri dan sifat tertentu yang menggambarkan
kehidupan manusia secara keseluruhan.
Pemahaman Islam yang dikehendaki Allah dan Rasul-Nya adalah Islam, menyeluruh,
lengkap dan sempurna berdasarkan Al Qur’an dan sebagaimana yang dicontohkan Rasulullah
SAW. Islam merupakan agama para Nabi mulai dari Adam AS sampai Nabi yang terakhir yaitu
Nabi Muhammad SAW.
Islam memiliki beberapa makna yang menggambarkan sifat Islam itu sendiri, antara lain :
Islam Diil Al-Anbiya Wal Mursalin, Islam Minhajul Hayah (pedoman hidup), Ahkamullah fi
kitabihi wa sunnah rasulihi (hukum Allah yang ada dalam Al-Qur’an dan As Sunnah), Ash-
shirath al mustaqim (jalan yang lurus) dan Salamah dunia wal akhirat (selamat dunia dan
akhirat). Diharapkan setelah memahami Islam secara menyeluruh kita dapat memperbaiki amal
ibadah kita di dunia sebagai wujud pelaksanaan tujuan kita diciptakan di bumi ini, QS. Adzariyat
(51) : 56
Makna Islam
Secara bahasa Islam berarti :
a. Al Wajh (menundukan wajah), QS. An Nisaa’ (4) : 125
b. Al Istislam (berserah diri), QS. Ali Imran (3) : 83
c. As Salaamah (suci, bersih), QS. As Syuara (26) : 89
d. As Salaam (selamat/sejahtera), QS. Al An’am (6) : 54
e. As Salm (perdamaian), QS. Muhammad (47) : 35
Secara istilah Islam berarti :
Islam dalam Al-Qur’an disebut Ad Diin mengandung arti sistem kehidupan yang
menyeluruh termasuk ibadah, kemasyarakatan, politik dan jihad. Islam mencakup keseluruhan
hidup. Islam secara lengkap menyediakan keperluan manusia untuk mengatur kehidupan oleh
karena itu Islam itu tinggi dan tiada yang menandinginya, QS. Ali Imran (3) : 19
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
Islam bagaikan sebuah bangunan yang sempurna dengan pondasi aqidah yang kuat dan sendi
tiang berupa ibadah kepada Allah dan diperindah dengan akhlak yang mulia. Peraturan dalam
syariat Allah adalah yang memperkuat bangunan tersebut, manakala da’wah dan jihad
merupakan pagar-pagar yang menjaga dari kerusakan musuh-musuh Islam. Islam juga
memperhatikan suatu keseimbangan dimana Islam sebagai diin tidak hanya mengejar
kepentingan akhirat tapi juga kepentingan dunia. Islam menggambarkan suatu keutuhan dan
kesatuan dengan berbagai aspek kesempurnaan. Dengan demikian Islam adalah agama yang
komprehensif yang mengatur semua yang ada di alam agar kembali kepada hukum Allah,
pencipta alam ini.
Kesempurnaan Islam
Setiap muslim diperintah oleh Allah SWT untuk masuk dan memeluk Islam secara
keseluruhan agar kita memahami bahwa Islam itu sempurna maka kita pertama-tama harus
menyadari dan memahami bahwa Islam itu sempurna dilihat dari berbagai aspek, yaitu :
a. Syumuliyatuz Zaman
Islam sebagai aturan hidup sepanjang masa menunjukkan bahwa Islam diperuntukkan kepada
semua alam semesta tidak terkecuali. Manusia sebagai khalifah bertugas menjaga, membangun
dan memelihara melalui penutup nabi yaitu Muhammad SAW, beliau membawa risalah yang
sama dengan nabi Adam AS sebagai khatam al anbiya (penutup nabi) maka seluruh risalah yang
dibawa para nabi sebelumnya dilengkapi dan disempurnakan sehingga berlaku bagi seluruh
manusia, tidak hanya untuk umat Rasulullah SAW pada saat itu saja, namun berlaku hingga
akhir jaman, QS. As Saba (34) : 28
b. Syumuliyah Al Minhaj (kesempurnaan Pedoman)
Islam sebagai minhaj yang sempurna didasari kepada asas Aqidah, dibina dari akhlak dan ibadah
kemudian didukung oleh da’wah dan jihad. Asas dari Islam adalah aqidah. Tanpa aqidah maka
tidak akan kuat bangunan Islam karena ibarat rumah aqidah adalah pondasinya, kekuatan rumah
dan bangunan dipengaruhi oleh kekuatan pondasi itu sendiri.
Pada sebuah rumah bila aqidah diibaratkan sebagai pondasinya maka akhlaq dan ibadah
sebagai bangunan yang akan mengokohkan dengan membentuk bagaimana rupa rumah tersebut,
semakin bagus ibadah dan akhlaknya semakin bagus bentuk dan rupa rumah tersebut. untuk
memperindah rumah tersebut perlu ada hiasan di rumah tersebut dengan da’wah dan jihad
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
melalui dukungan da’wah dan jihad, maka pondasi tetap kuat dan kukuh, bangunan terpelihara
dengan baik, hiasan rumah yang utama adalah atapnya dengan atap maka rumah yang dibangun
akan berfungsi dengan baik. Tanpa atap, sebagus apapun bentuk bangunannya tidak akan dapat
berfungsi dengan baik, QS. Ali Imran (5) : 104
c. Syumuliyah Al Makan
Seluruh tempat di muka bumi ini adalah tempat yang sesuai dengan Islam. Demikian pula
siapa pun orangnya dan darimana pun asalnya, tetap di bawah naungan Islam. Semua itu
diciptakan oleh Allah. Karena hanya Allah penciptanya maka seluruh makhluk dan alam dimana
pun sama, sama-sama diciptakan Allah sehingga Islam yang dijadikan sebagai pedoman hidup
maka Islam berlaku bagi seluruh makhluknya dimana pun mereka berada. QS. Al Baqarah (2) :
163-164.
Sistem yang terkandung dalam Islam
Sebagai sebuah pedoman hidup bagi umat manusia dulu, kini dan yang kan datang, Islam
memiliki kesempurnaan sehingga fleksibel di segala jaman dan lengkap sehingga dapat
dipergunakan di segala jaman pula, diantara sistem yang terkandung di dalam Islam ialah:
1. Islam Sebagai Akhlaq
Islam sebagai diin tidak hanya berisi tentang cara peribadatan namun Islam mempunyai
sistem akhlaq yang membedakannya dengan sistem moral/tingkah laku buatan manusia. Akhlaq
Islam adalah akhlaq yang berpandukan kepada Al Qur’an. Islam mengajarkan hubungan Allah
sebagai khalik dan manusia sebagai makhluk. Maksudnya, akhlaq adalah tingkah laku makhluk
yang diridhai Khalik.
Sistem akhlaq dalam pandangan Islam mencakup seluruh kehidupan alam dan manusia
dengan berlandaskan kepada prinsip-prinsip dasar alam dan manusia. Manhaj yang bersesuaian
dengan tashawur umum ini bersumber dari Allah SWT, oleh karena itu Islam dapat melahirkan
perilaku amal saleh dan akhlaq yang mulia. Namun amat disayangkan hal yang tragis terjadi
sekarang adalah seorang muslim bekerjasama dengan orang yang memusuhi Islam dan
mengesampingkan kaum muslimin karena terikat oleh satu ide atau ikatan.
Hal ini terjadi karena aqidah mu’min belum mantap di hati mu’min tersebut. ia belum pernah
mendapat pendidikan Islam yang benar dan belum mendapat kesempatan hidup di lingkungan
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
Islami yang membudayakan akhlaq Islami, berarti ia masih memiliki hati nurani dan fitrah yang
benar.
Secara umum bentuk-bentuk akhlaq itu dibagi menjadi lima, yaitu:
1. Akhlaq kepada Allah, QS. Al Baqarah (2) : 186
2. Akhlaq kepada Rasul, QS. An Nisaa’ (4) : 80
3. Akhlaq kepada diri sendiri, QS. Al Baqarah (2) : 43-44
4. Akhlaq kepada sesama, QS. Al Baqarah (2) : 83
5. Akhlaq kepada alam, QS. Al Baqarah (2) : 30
Dengan kelima akhlaq di atas, maka seorang mu’min akan meninggalkan perbuatan tercela
dan menghiasi diri dengan perbuatan mulia.
2. Islam Sebagai Pedoman Hidup
a. Konsep keyakinan, QS. Al baqarah (2) : 255
b. Konsep moral (akhlaq), QS. Al A’raf (7) : 96
c. Konsep tingkah laku, QS. Al Baqarah (2) : 138
d. Syu’ur (perasaan), QS. Ar Rum (30) : 30
e. Konsep pendidikan (tarbawi), QS. Al Baqarah (2) : 151,
Hadits “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga akhir hayat” (HR. Muslim)
f. Konsep sosial (ijtima’i), QS. Ar Rum (30) : 22, An Nur (24) : 2-10
g. Konsep politik (as siyasi), QS. Yusuf (12) : 40
h. Konsep ekonomi (Iqtishadi), QS. Al Baqarah (2) : 275-276
i. Konsep kemiliteran (Al Asykaari), QS. Al Anfaal (8) : 60
j. Konsep hukum/peradilan (Al Jinaa’i), QS. An Nisaa’ (4) : 65
beberapa poin penting yang dilandasi dan didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Diantara
poin-poinnya adalah:
1. Islam sebagai wahyu ilahi ( )اﻟ َﻮ ْﺣ ُﻲ اْ ِﻹﻟَ ِﮭﻲ
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”
2. Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW) (ِد ْﯾ ُﻦ اْﻷ َ ْﻧِﺒﯿَﺎ ِء
َواْﻟُﻤْﺮَﺳﻠِْﯿَﻦ )Membenarkan hal ini, firman Allah SWT (QS. 3 : 84)
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
ْﺳﺒَﺎ ِط َوَﻣﺎ أ ُوﺗِ َﻲ ُﻣﻮ َﺳﻰﻗُ ْﻞ آ َﻣﻨﱠﺎ ِﺑﺎ ﱠِ َوَﻣﺎ أ ُ ْﻧِﺰ َل َﻋﻠَ ْﯿﻨَﺎ َوَﻣﺎ أ ُ ْﻧِﺰ َل َﻋﻠَﻰ إِ ْﺑ َﺮاھِﯿَﻢ َوإِ ْﺳ َﻤﺎ ِﻋﯿ َﻞ َوإِ ْﺳ َﺤﺎ َق َوﯾَ ْﻌﻘُﻮ َب َواﻷ َ َو ِﻋﯿ َﺴﻰ َواﻟﻨﱠﺒ ِﯿﱡﻮ َن ِﻣ ْﻦ  َرﺑﱢ ِﮭْﻢ ﻻَ ﻧُﻔَ ﱢﺮ ُق ﺑَ ْﯿ َﻦ أ َ َﺣ ٍﺪ ِﻣْﻨﮭُ ْﻢ َوﻧَ ْﺤ ُﻦ ﻟَﮫُ ُﻣ ْﺴﻠِ ُﻤﻮ َن
“Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan
yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang
diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan
seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."
3. Sebagai pedoman hidup ( )ِﻣْﻨَﮭﺎُج اْﻟَﺤَﯿﺎِة
Allah berfirman (QS. 45 : 20)
ھَ َﺬا ﺑَ َﺼﺎﺋِ ُﺮ ﻟِﻠﻨﱠﺎ ِس َوھُ ًﺪى َو َر ْﺣ َﻤﺔٌ ﻟِﻘَ ْﻮ ٍم ﯾُﻮﻗِﻨُﻮ َن
Al Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.
4. Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW
أ َ ْﺣ َﻜﺎ ُم ﷲِ ﻓِ ْﻲ ( )ِﻛﺘَﺎِﺑِﮫ َو ُﺳﻨﱠ ُﺔ َر ُﺳ ْﻮﻟِ ِﮫ
Allah berfirman (QS. 5 : 49-50)
ِﺮﯾ ُﺪ ﱠﷲُ أ َ ْن أ َ ْﻧ َﺰ َل ﱠﷲُ إَِﻟْﯿ َﻚ ﻓَﺈِ ْن ﺗَ َﻮﻟ ﱠ ْﻮا ﻓَﺎ ْﻋﻠَ ْﻢ أ َﻧﱠ َﻤﺎ ﯾُ َوأ َ ِن ا ْﺣ ُﻜْﻢ ﺑَ ْﯿﻨَﮭُ ْﻢ ﺑ ِ َﻤﺎ أ َْﻧ َﺰ َل ﱠﷲُ َوﻻَ ﺗَﺘﱠﺒ ِ ْﻊ أ َ ْھ َﻮا َءھُ ْﻢ َوا ْﺣ َﺬ ْرھُ ْﻢ أ َ ْن ﯾَْﻔﺘِﻨُﻮ َك َﻋ ْﻦ ﺑَ ْﻌ ِﺾ َﻣﺎ
ﯾُ ِﺼﯿﺒَﮭُ ْﻢ ﺑ ِﺒَ ْﻌ ِﺾ ُذﻧُﻮﺑ ِ ِﮭْﻢ َوإِ ﱠن َﻛﺜِﯿ ًﺮا ِﻣ َﻦ اﻟﻨﱠﺎ ِس َﻟﻔَﺎ ِﺳﻘُﻮ َن أ َﻓَ ُﺤ ْﻜَﻢ ْاﻟ َﺠﺎ ِھﻠِﯿﱠ ِﺔ ﯾَ ْﺒ ُﻐﻮ َن َوَﻣ ْﻦ أ َ ْﺣ َﺴ ُﻦ ِﻣ َﻦ ﱠﷲِ ُﺣ ْﻜ ًﻤﺎ ﻟِﻘَ ْﻮ ٍم ﯾُﻮﻗِﻨُﻮ َن *
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan
Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap
mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan
Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka
ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka
disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah
orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah
yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”
5. Membimbing manusia ke jalan yang lurus. ( )اﻟ ﱢﺼ َﺮاطُ اْﻟُﻤ ْﺴﺘَﻘِ ْﯿ ُﻢ
Allah berfirman (QS. 6 : 153)
َوأ َ ﱠن ھَ َﺬا ِﺻ َﺮا ِطﻲ ُﻣ ْﺴﺘَﻘِﯿ ًﻤﺎ ﻓَﺎﺗﱠﺒ ِ ُﻌﻮهُ َوﻻَ ﺗَﺘﱠﺒ ِ ُﻌﻮا اﻟ ﱡﺴﺒُ َﻞ َﻓﺘَﻔَ ﱠﺮ َق ﺑ ِ ُﻜْﻢ َﻋ ْﻦ َﺳﺒ ِﯿﻠِ ِﮫ َذﻟِ ُﻜْﻢ َو ﱠﺻﺎ ُﻛْﻢ ﺑ ِ ِﮫ ﻟَ َﻌﻠ ﱠ ُﻜْﻢ َﺗﺘﱠﻘُﻮ َن  
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan
janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu
dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”
6. Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.(َﺳﻼَ َﻣﺔ ُ اﻟ ﱡﺪْﻧَﯿﺎ َواْﻵ ِﺧ َﺮةِ )
Allah berfirman (QS. 16 : 97)
 َﻤﻠُﻮ َن ٍﺮ أ َ ْو أ ُ ْﻧﺜَﻰ َوھُ َﻮ ﻣُ ْﺆ ِﻣ ٌﻦ ﻓَﻠَﻨُ ْﺤﯿ ِﯿَﻨﱠ ُﮫ َﺣﯿَﺎةً طَﯿﱢﺒَ ًﺔ َوَﻟﻨَ ْﺠ ِﺰﯾَﻨﱠﮭُ ْﻢ أ َ ْﺟ َﺮھُ ْﻢ ﺑ ِﺄ َ ْﺣ َﺴ ِﻦ َﻣﺎ َﻛﺎﻧُﻮا ﯾَ ْﻌ َﻣ ْﻦ َﻋ ِﻤ َﻞ َﺻﺎﻟِ ًﺤﺎ ِﻣ ْﻦ َذ َﻛ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan
sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa
yang telah mereka kerjakan.
Keuniverselan Islam
Islam merupakan pedoman hidup yang universal, yang mencakup segala aspek kehidupan
manusia dalam semua dimensi waktu, tempat dan sisi kehidupan manusia.
1. Mencakup seluruh dimensi waktu
Artinya bahwa Islam bukanlah suatu agama yang diperuntukkan untuk umat manusia pada masa
waktu tertentu, sebagaimana syariat para nabi dan rasul yang terdahulu. Namun Islam merupakan
pedoman hidup yang abadi, hingga akhir zaman. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an (QS.
21:107):
َوَﻣﺎ أ َ ْر َْﺳﻠﻨَﺎ َك إِﻻﱠ َر ْﺣ َﻤﺔً ﻟِْﻠَﻌﺎﻟَ ِﻤﯿ َﻦ
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”
Rahmat bagi semesta alam artinya bagi seluruh makhluk Allah di muka bumi ini sepanjang
masa. Rasulullah SAW sendiripun diutus sebagai nabi dan rasul terakhir yang ada di muka bumi,
yang menyempurnakan syariat nabi-nabi terdahulu. Allah berfirman (QS. 33 : 40)
 ْﻲٍء َﻋﻠِﯿًﻤﺎَﻣﺎ َﻛﺎَن ُﻣَﺤﱠﻤ ٌﺪ أ َﺑَﺎ أ َ َﺣ ٍﺪ ِﻣ ْﻦ ر ِ َﺟﺎﻟِ ُﻜْﻢ َوﻟَ ِﻜ ْﻦ َر ُﺳﻮ َل ﱠﷲِ َو َﺧﺎﺗََﻢ اﻟﻨﱠﺒِ ﱢﯿﯿ َﻦ َو َﻛﺎ َن ﱠﷲُ ﺑِ ُﻜ ﱢﻞ َﺷ
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia
adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
Sebagai nabi dan rasul terakhir berarti tidak akan ada lagi nabi dan rasul yang lain yang akan
menasakh (menghapus) syariat yang dibawa oleh Rasulullah SAW, sebagaimana yang
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
Rasulullah SAW lakukan terhadap syariat para nabi dan rasul yang lain. Hal ini juga
menunjukkan bahwa risalah nabi Muhammad merupakan risalah abadi hingga akhir zaman.
2. Mencakup seluruh dimensi ruang
Maknanya adalah bahwa Islam merupakan pedoman hidup yang tidak dibatasi oleh batasan-
batasan geografis tertentu, seperti hanya disyariatkan untuk suku atau bangsa tertentu. Namun
Islam merupakan agama yang disyariatkan untuk seluruh umat manusia, dengan berbagai bangsa
dan sukunya yang berbeda-beda. Allah SWT berfirman (QS. 34 :28)
َﺎ أ َ ْر َْﺳﻠﻨَﺎ َك إِﻻﱠ َﻛﺎﻓ ﱠﺔً ِﻟﻠﻨﱠﺎ ِس ﺑَ ِﺸﯿ ًﺮا َوﻧَ ِﺬﯾ ًﺮا َوﻟَ ِﻜ ﱠﻦ أ َ ْﻛﺜَ َﺮ اﻟﻨﱠﺎ ِس ﻻَ ﯾَ ْﻌﻠَ ُﻤﻮ َن  َوﻣ
“Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa
berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui.”
Dari ayat di atas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa Al-Qur’an tidak hanya diturunkan
untuk orang Arab secara khusus, namun juga untuk orang Eropa, Rusia, Asia, Cina dan lain
sebagainya.
3. Mencakup semua sisi kehidupan manusia.
Maknanya adalah bahwa Islam merupakan pedoman hidup manusia yang mencakup seluruh
aspek kehidupan manusia, dan tidak hanya agama yang mengatur peribadahan saja sebagaimana
yang banyak difahami oleh kebanyakan manusia pada saat ini. Sesungguhnya Islam mencakup
seluruh aspek dan dimensi kehidupan manusia, diantaranya adalah:
a. Peribadahan
 َوَﻣﺎ َﺧﻠَْﻘ ُﺖ اْﻟ ِﺠ ﱠﻦ َوا ِﻹْﻧ َﺲ إِﻻﱠ ﻟِﯿَ ْﻌﺒُ ُﺪو ِن
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. (QS. 51
: 56)
b. Akhlak (Etika/ Tata krama/ Budi Pekerti)
Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:
ْﺧﻼَق ِ َﻋ ْﻦ أ َﺑ ِﻲ ھُ َﺮ ْﯾ َﺮةَ ﻗَﺎ َل ﻗَﺎ َل َر ُﺳﻮ ُل ﱠﷲِ َﺻﻠ ﱠﻰ ﱠﷲُ َﻋﻠَﯿْ ِﮫ َو َﺳﻠ ﱠ َﻢ إِﻧﱠ َﻤﺎ ﺑُ ِﻌْﺜ ُﺖ ﻷ ُﺗَ ﱢﻤَﻢ َﺻﺎﻟِ َﺢ اﻷ َ
“Bahwasanya aku diutus adalah untuk menyempurnakan kebaikan akhlak/ moral.”
c. Ekonomi
َﻛ ْﻲ ﻻَ ﯾَ ُﻜﻮ َن ُدوﻟَﺔً ﺑَ ْﯿ َﻦ اﻷ َ ْﻏﻨِﯿَﺎ ِء ِﻣْﻨُﻜْﻢ
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
“supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu." (QS. 59
: 7)
d. Politik
اﻟﻨﱠ َﺼﺎ َرى أ َ ْوﻟِﯿَﺎ َء َﺑ ْﻌ ُﻀﮭُ ْﻢ أ َ ْوﻟِﯿَﺎ ُء ﺑَ ْﻌ ٍﺾ َوَﻣ ْﻦ ﯾَﺘَ َﻮﻟ ﱠﮭُ ْﻢ ِﻣْﻨ ُﻜْﻢ َﻓﺈِﻧﱠﮫُ ِﻣْﻨﮭُ ْﻢ ﯾَﺎأ َﯾﱡﮭَﺎ اﻟ ﱠ ِﺬﯾ َﻦ َءا َﻣﻨُﻮا ﻻَ ﺗَﺘﱠ ِﺨُﺬوا اﻟ ْﯿَﮭُﻮ َد َو
إِ ﱠن ﱠﷲَ ﻻَ ﯾَ ْﮭ ِﺪي اْﻟﻘَ ْﻮَم اﻟﻈ ﱠﺎﻟِ ِﻤﯿ َﻦ
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani
menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang
lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya
orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada
orang-orang yang zalim. (QS. 5 : 51)
e. Sosial
 َوﺗَ َﻌﺎ َوﻧُﻮا َﻋﻠَﻰ اْﻟﺒ ِ ﱢﺮ َواﻟﺘﱠْﻘَﻮى َوﻻَ ﺗَ َﻌﺎ َوﻧُﻮا َﻋﻠَﻰ ا ِْﻹﺛِﻢ َواْﻟ ُﻌ ْﺪ َوا ِن
“Dan tolong menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah kalian tolong
menolong dalam perbuatan dosa dan permusuhan.” (QS. 5 : 2)
f. Pendidikan
َﺎ َل ﻟ ُْﻘَﻤﺎ ُن ِﻹْﺑﻨِ ِﮫ َوھُ َﻮ ﯾَ ِﻌﻈ ُﮫُ ﯾَﺎﺑُﻨَ ﱠﻲ ﻻَ ﺗُ ْﺸ ِﺮ ْك ﺑ ِﺎ ﱠِ إِ ﱠن اﻟ ﱢﺸ ْﺮ َك ﻟَﻈ ُْﻠٌﻢ َﻋ ِﻈﯿ ٌﻢ  َوإِْذ  ﻗ
“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran
kepadanya: "Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan (Allah) sesungguhnya
mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar". (QS. 31 : 13)
Karakteristik Islam
Sebagai agama terakhir yang sempurna, Islam memiliki karakteristik (baca; khasa’ish) yang
membedakannya dengan agama-agama yang terdahulu. Diantara karakteristik Islam adalah:
Pertama : Robbaniyah ( )اﻟﺮﺑﺎﻧﯿـــــــﺔ
Karakter pertama dinul Islam, adalah bahwa Islam merupakan agama yang bersifat robbaniyah,
yaitu bahwa sumber ajaran Islam, pembuat syari’at dalam hukum (baca; perundang-undangan)
dan manhajnya adalah Allah SWT, yang diwahyukan kepada Rasulullah SAW, baik melalui Al-
Qur’an maupun sunnah. Allah SWT berfirman QS. 32 : 1-3:
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
ﺎھُ ْﻢ ِﻣ ْﻦ ﻧَ ِﺬﯾ ٍﺮ ِﻣ ْﻦ ﻗَ ْﺒﻠِ َﻚ أ َ ْم ﯾَﻘُﻮﻟ ُﻮ َن اْﻓﺘَ َﺮاهُ ﺑَ ْﻞ ھُ َﻮ اْﻟ َﺤ ﱡﻖ ِﻣ ْﻦ َرﺑﱢ َﻚ ﻟِﺘُْﻨِﺬ َر ﻗَ ْﻮ ًﻣﺎ َﻣﺎ أ َﺗَ * ﺗَْﻨِﺰﯾ ُﻞ اْﻟِﻜﺘَﺎ ِب ﻻَ َرْﯾ َﺐ ﻓِﯿ ِﮫ ِﻣ ْﻦ َر ﱢب ْاﻟَﻌﺎﻟَ ِﻤﯿ َﻦ * اﻟﻢ
ﻟَ َﻌﻠ ﱠﮭُ ْﻢ ﯾَ ْﮭﺘَ ُﺪو َن *
Alif Laam Miim. Turunnya Al Qur'an yang tidak ada keraguan padanya, (adalah) dari Tuhan
semesta alam. Tetapi mengapa mereka (orang kafir) mengatakan: "Dia Muhammad mengada-
adakannya". Sebenarnya Al Qur'an itu adalah kebenaran (yang datang) dari Tuhanmu, agar kamu
memberi peringatan kepada kaum yang belum datang kepada mereka orang yang memberi
peringatan sebelum kamu; mudah-mudahan mereka mendapat petunjuk.
Dengan karakteristik ini, Islam sangat berbeda dengan agama manapun yang ada di dunia
pada saat ini. Karena semua agama selain Islam, adalah buatan manusia, atau paling tidak
terdapat campur tangan manusia dalam pensyariatannya.  
Kedua : Syumuliyah / universal ( )اﻟﺸــــــﻤﻮﻟﯿﺔ
Artinya bahwa karakteristik Islam adalah bahwa Islam merupakan agama yang universal
yang mencakup segala aspek kehidupan manusia. Menyentuh segenap dimensi, seperti politik,
ekonomi, pendidikan, kebudayaan dsb. Mengatur manusia dari semenjak bangun tidur hingga
tidur kembali. Merambah pada pensyariatan dari semenjak manusia dilahirkan dari perut ibu,
hingga ia kembali ke perut bumi, dan demikian seterusnya. Perhatikan firman Allah QS. 2 : 208.
Imam Syahid Hasan Al-Banna mengemukakan: “Islam adalah sistem yang syamil ‘menyeluruh’
mencakup semua aspek kehidupan. Ia adalah negara dan tanah air, pemerintah dan umat, moral
dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu pengetahuan dan
hukum, materi dan kekayaan alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan
pemikiran. Sebagaimana juga ia adalah aqidah yang murni dan ibadah yang benar, tidak kurang
tidak lebih.”
Ketiga : Tawazun/ Seimbang ( )اﻟﺘــــﻮازن
Karakter ketiga agama Islam adalah bahwa Islam merupakan agama yang tawazun
(seimbang). Artinya Islam memperhatikan aspek keseimbangan dalam segala hal; antara dunia
dan akhirat, antara fisik manusia dengan akal dan hatinya serta antara spiritual dengan material,
demikian seterusnya. Pada intinya dengan tawazun ini Islam menginginkan tidak adanya
‘ketertindasan’ satu aspek lantaran ingin memenuhi atau memuaskan aspek lainnya, sebagaimana
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
yang terdapat dalam agama lain. Seperti tidak menikah karena menjadi pemuka agamanya, atau
meninggalkan dunia karena ingin mendapatkan akhirat. Konsep Islam adalah bahwa seorang
muslim yang baik adalah seorang muslim yang mempu menunaikan seluruh haknya secara
maksimal dan merata. Hak terhadap Allah, terhadap dirinya sendiri, terhadap istri dan anaknya,
terhadap tetangganya dan demikian seterusnya.
Keempat : Insaniyah ( )ﻧﺴــــــﺎﻧﯿﺔاﻹ
Karakter yang keempat adalah bahwa Islam merupakan agama yang bersifat insaniyah.
Artinnya bahwa Islam memang Allah jadikan pedoman hidup bagi manusia yang sesuai dengan
sifat dan unsur kemanusiaan. Islam bukan agama yang disyariatkan untuk malaikat atau jin,
sehingga manusia tidak kuasa atau tidak mampu untuk melaksanakannya. Oleh karenanya, Islam
sangat menjaga aspek-aspek ‘kefitrahan manusia’, dengan berbagai kelebihan dan kekurangan
yang terdapat dalam diri manusia itu sendiri. Sehingga dari sini, Islam tidak hanya agama yang
seolah dikhususkan untuk para tokoh agamanya saja (baca ; ulama). Namun dalam Islam semua
pemeluknya dapat melaksanakan Islam secara maksimal dan sempurna. Bahkan bisa jadi, orang
awam akan lebih tinggi derajatnya di hadapan Allah dari pada seorang ahli agama. Karena dalam
Islam yang menjadi standar adalah ketakwaannya kepada Allah.
Kelima : Al-Adalah / Keadilan ( )اﻟﻌﺪاﻟـــﺔ
Karekteristik Islam berikutnya, bahwa Islam merupakan agama keadilan, yang memiliki
konsep keadilan merata bagi seluruh umat manusia, termasuk bagi orang yang non muslim, bagi
hewan, tumbuhan atau makhluk Allah yang lainnya. Keadilan merupakan inti dari ajaran Islam,
apalagi jika itu menyangkut orang lain. Allah berfirman: (QS. 5 : 8)
ا ْﻋ ِﺪﻟ ُﻮا ھُ َﻮ أ َْﻗ َﺮ ُب ﻟِﻠﺘﱠْﻘَﻮى َواﺗﱠﻘُﻮا ﱠﷲَ إِ ﱠن ﱠﷲَ َﺧﺒ ِﯿ ٌﺮ ﺑ ِ َﻤﺎ ﺗَ ْﻌ َﻤﻠ ُﻮ َن  
“Berbuat adillah kalian, karena keadilan itu dapat lebih mendekatkan kalian pada ketaqwaan.
Dan bertakwalah kalian kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang
kalian kerjakan.”
Inilah beberapa karakteristik terpenting dari agama Islam. Di luar kelima karakteristik ini,
sesungguhnya masih banyak karakteristik Islam lainnya. Kelima hal di atas hanyalah sebagai
contoh saja.
Penutup
KEMENTRIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PROGRAM PENDAMPINGAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM (P3AI)
Materi P3AI Unsoed semester 1/2014
Inilah sekelumit informasi mengenai Al-Islam, yang tidak lain dan tidak bukan adalah agama
yang benar-benar bersumber dari Allah SWT, yang tiada keraguan sedikitpun mengenai
kebenarannya. Islam merupakan agama sempurna yang menyempurnakan agama-agama
terdahulu yang sudah banyak dikotori oleh campur tangan pemeluknya sendiri.
Tiada jalan bagi kita semua melainkan hanya menjadikan Islam sebagai pegangan hidup dalam
segala hal, dalam beribadah, bermuamalah, berpolitik, berekonomi, berpendidikan, bersosial dan
lain sebagainya. Kebagahian merupakan hal yang insya Allah akan dipetik, oleh mereka-mereka
yang memiliki komitmen untuk melaksanakan Islam secara kaffah, sebagaimana para pendahulu-
pendahulu kita. Semoga Allah menjadikan kita sebagai hamba-hamab-Nya yang baik. Amiin.
Wallahu A’lam Bishowab.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar